h1

Minyak Tanah Langka di Cianjur

March 30, 2004

Minyak Tanah Langka di Cianjur – Jatah Agen Dikurangi,

CIANJUR — Setelah di Palembang, Semarang, Kediri, Jakarta, dan Bekasi, kini giliran warga Cianjur kesulitan mendapatkan minyak tanah. “Sudah tiga hari ini kami kesulitan mencari minyak tanah,” kata Ny. Asep, warga di Kecamatan Cianjur Kota, kemarin. Hal senada juga dikemukakan Ny. Suparman dari Karangtengah.

Pemerintah Kabupaten Cianjur mengaku belum tahu adanya pengurangan jatah minyak tanah untuk wilayahnya dari pihak Pertamina. “Kami akan memanggil pihak Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas), berkaitan dengan langkanya minyak tanah di Cianjur,” kata Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Cianjur Kusnadi Sundjaya di kantornya kemarin.

Pihak agen mengaku, ada pengurangan jatah dari pihak Pertamina. Sementara itu, koordinator daerah Hiswana Migas, Kabupaten Cianjur, Sulistyo Budi, yang dihubungi secara terpisah, mengatakan, kelangkaan minyak tanah di wilayahnya sebagian besar diakibatkan pengurangan alokasi rutin oleh pihak Pertamina sebagai akibat keputusan DPR RI. “Dasarnya memang kebijakan pusat,” katanya.

Menurut Sulistyo, jatah minyak tanah yang diterima 24 agen di Kabupaten Cianjur setiap harinya mencapai 345 ribu liter. “Sejak Februari 2004, setiap agen dua kali dalam sebulan dikurangi jatahnya,” kata Sulistyo tanpa menyebutkan jumlah angka pengurangan kepada setiap agen. “Memang kami tidak tahu pasti, berapa jumlah pengurangannya untuk setiap agen, karena yang menentukan pihak Pertamina,” ujarnya.

Walaupun ada kelangkaan, kata Sulistyo, harga jual minyak tanah di pasar masih dinilai wajar, berkisar sekitar Rp 1.200/liternya. Di lain pihak, Hiswana Migas Kabupaten Cianjur juga belum tahu persis berapa kebutuhan minyak tanah warga masyarakat di Cianjur. Jika setiap keluarga membutuhkan 3 liter setiap hari, kebutuhan minyak tanah sekitar 400 ribu keluarga di Cianjur bisa mencapai 1.200.000 liter setiap harinya. “Logikanya, jatah minyak tanah untuk wilayah ini sangat jauh dari mencukupi, apalagi setelah adanya kebijakan pengurangan alokasi minyak tanah oleh pihak Pertamina,” dia menambahkan.

Sulistyo juga membantah tuduhan ada anggotanya yang menimbun minyak tanah sehingga mengakibatkan kelangkaan. Menurut dia, akibat pengurangan jatah tersebut, masyarakat berbondong-bondong memborong minyak tanah dengan jumlah besar. “Karena mereka khawatir hilangnya minyak tanah dari pasar,” katanya.

Di lain pihak, para agen juga tidak berwenang melarang masyarakat membeli minyak tanah dalam jumlah besar. “Namun, bila ada agen yang diketahui berbuat nakal, pihak kami akan melaporkannya kepada Pertamina karena kami tidak berwenang mengambil tindakan langsung,” ujar Sulistyo.

Menyinggung perlu dilakukannya operasi pasar, menurut Sulistyo, hal itu tergantung pada permintaan dari pemerintah daerah bersangkutan dengan diketahui pemerintah setempat. “Selanjutnya, akan kami teruskan kepada Pertamina,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Cianjur Kusnadi Sundjaya mengatakan, operasi pasar tergantung pada hasil pertemuannya dengan para camat dan Hiswana Migas. deden abdul aziz

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: