h1

VCD Cianjur Laris Manis

November 24, 2005

VCD PORNO CIANJUR| Terungkapnya VCD Porno yang dilakukan sekitar 11 siswi SMU di Kabupaten Cianjur Jabar ternyata dijadikan sebagai ajang cari untung oleh pedagang VCD. Harganya per keping antara Rp 250 ribu sampai Rp 500 ribu .

Sumber Antara di sejumlah sentra penjualan VCD menyebutkan, banyak masyarakat yang mencari VCD syur gadis berseragam biru itu karena penasaran, namun ternyata banyak pedagang yang mengaku belum pernah menjual dan membeli jenis VCD tersebut.

“Hanya saja kami sempat mendengar bahwa kepingan VCD yang dijual antar orang per orang itu harganya mencapai Rp 500 Ribu per keping,” kata salah seorang pedagang VCD di bilangan Ramayana Cianjur yang enggan disebut namanya kepada Antara, Selasa.

Para pedagang VCD lainnya mengaku tidak akan mengedarkan jenis VCD tersebut secara terbuka karena takut dianggap menyebarkan pornografi. “Daripada berabe dituduh yang bukan-bukan lebih baik saya tidak menjual VCD seperti itu,” kata Arman (22) salah seorang pedagang VCD di sekitar Jalan Mangunsarkoro Cianjur.

Jenis VCD yang bermula dari rekaman video handphone tersebut beredar dari tangan ke tangan melalui fasilitas bluetooth. Bermula ketika salah seorang pelaku yang merekam adegan panas bersama beberapa temannya di ruangan kelas. Entah lupa atau sengaja, ia kemudian menjual handphone miliknya ke sebuah counter HP di Cianjur Supermall. Padahal, di dalamnya terdapat rekaman adegan panas yang menghebohkan dunia pendidikan itu.

Dari sana, entah siapa yang memulai beredar dari tangan ke tangan adegan mesum siswa dan siswi tersebut dan ditengarai melibatkan seorang oknum gurunya sendiri. Tahu-tahu kemudian sudah beredar dalam bentuk VCD yang digandakan dengan menggunakan komputer.

Kepala Sekolah SMUN II Cianjur, Drs. Aan Suwandi, kepada sejumlah wartawan media cetak dan elektronik akhirnya membantah adanya pesta seks di dalam kelas yang melibatkan anak didiknya. “Tidak ada pesta seks dalam ruangan kelas yang dilakukan 11 murid dan seorang guru di sekolah kami,” kata Aan menegaskan.

Namun ia tidak membantah kalau beberapa hari lalu pihaknya telah mengeluarkan 11 siswanya tersebut karena dianggap telah mencemarkan nama baik sekolah dan melampaui batas. Ia tidak memberikan penjelasan rinci apa yang dimaksud dengan tindakan melampaui batas tersebut.

Ia hanya mengakui dari 11 siwi yang dikeluarkannya itu, telah melakukan perbuatan asusila , melakukan hubungan badan di luar nikah dengan lawan jenis. Mengenai adanya dugaan keterlibatan seorang guru berinisial DS ia baru pada tahap melakukan penyelidikan dan sebatas dugaan karena belum ada bukti yang akurat.

“Semuanya baru sebatas pengakuan siswa yang kena sanksi bahwa ada salah seorang guru yang juga terlibat dalam praktek memprihatinkan itu,” katanya.

Kapolres Cianjur AKBP Anang Suhardi, telah memerintahkan jajarannya untuk melakukan penyelidikan, termasuk mencari barang bukti kepingan VCD dan clip dalam handphone. “Saya telah memerintahkan anggota untuk mencari barang bukti, hingga kini masih sebatas dugaan dan belum menerima pengaduan,” ujar Anang. [TMA, Ant]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: