h1

Hati-Hati Flue Burung

January 2, 2006

A. PENGERTIAN
Flu burung adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza yang
ditularkan oleh unggas yang dapat menyerang manusia. Nama lain dari penyakit ini
antara lain avian influenza.

B. DEFINISI KASUS
1. Kasus Suspek
Kasus suspek adalah seseorang yang menderita ISPA dengan gejala demam (temp >
38°C), batuk dan atau sakit tenggorokan dan atau ber-ingus serta dengan salah satu
keadaan;

  • seminggu terakhir mengunjungi peternakan yang sedang berjangkit flu burung
  • kontak dengan kasus konfirmasi flu burung dalam masa penularan
  • bekerja pada suatu laboratorium yang sedang memproses spesimen manusiaatau binatang yang dicurigai menderita flu burung

2. Kasus “Probable”
Kasus “probable” adalah kasus suspek disertai salah satu keadaan;

  • bukti laboratorium terbatas yang mengarah kepada virus influenza A (H5N1), misal : Test HI yang menggunakan antigen H5N1
  • dalam waktu singkat berlanjut menjadi pneumonia gagal pernafasan /meninggal
  • terbukti tidak terdapat penyebab lain

3. Kasus Kompermasi
Kasus kompermasi adalah kasus suspek atau “probable” didukung oleh salah satu
hasil pemeriksaan laboratorium;

  • Kultur virus influenza H5N1 positip
  • PCR influenza (H5) positip
  • Peningkatan titer antibody H5 sebesar 4 kali

C. GEJALA KLINIS
Gejala klinis yang ditemui seperti gejala flu pada umumnya, yaitu; demam, sakit
tenggorokan. batuk, beringus, nyeri otot, sakit kepala, lemas. Dalam waktu singkat
penyakit ini dapat menjadi lebih berat berupa peradangan di paru-paru (pneumonia),
dan apabila tidak dilakukan tatalaksana dengan baik dapat menyebabkan kematian.

D. ETIOLOGI DAN SIFAT
Etiologi penyakit ini adalah virus influenza. Adapun sifat virus ini, yaitu; dapat bertahan
hidup di air sampai 4 hari pada suhu 22°C dan lebih dari 30 hari pada 0°C.
Di dalam tinja unggas dan dalam tubuh unggas yang sakit dapat bertahan lebih lama,
tetapi mati pada pemanasan 60°C selama 30 menit.
Dikenal beberapa tipe Virus influenza, yaitu; tipe A, tipe B dan tipe C. Virus Influenza
tipe A terdiri dari beberapa strain, yaitu; H1N 1, H3N2, H5N1, H7N7, H9N2 dan lain-lain.
Saat ini, penyebab flu burung adalah Highly Pothogenic Avian Influenza Viru, strain
H5N1 (H = Hemagglutinin; N= neuraminidase). Hal ini terlihat dari basil studi yang ada
menunjukkan bahwa unggas yang sakit mengeluarkan virus Influenza A (H5N1)
dengan jumlah besar dalam kotorannya. Virus Inluenza A (H5N1) merupakan penyebab
wabah flu burung pada unggas. Secara umum, virus Flu Burung tidak menyerang
manusia, namun beberapa tipe tertentu dapat mengalami mutasi lebih ganas dan
menyerang manusia.

E. MASA INKUBASI
Masa inkubasi virus influenza bervariasi antara 1 – 7 hari.

F. SUMBER DAN CARA PENULARAN
Penularan Flu burung (H5N1) pada unggas terjadi secara cepat dengan kematian tinggi.
Penyebaran penyakit ini terjadi diantara populasi unggas satu pertenakan, bahkan
dapat menyebar dari satu pertenakan ke peternakan daerah lain. Sedangkan penularan
penyakit ini kepada manusia dapat melalui udara yang tercemar virus tersebut, baik
yang berasal dari tinja atau sekreta unggas terserang Flu Burung. Adapun orang yang
mempunyai resiko besar untuk terserang flu burung (H5N1) ini adalah pekerja
peternakan unggas, penjual dan penjamah unggas.
Hal lain, belum ada bukti terjadi penularan dari manusia ke manusia. Disamping itu,
belum bukti adanya penularan pada manusia melalui daging unggas yang dikonsumsi.

G. UPAYA PENCEGAHAN
Upaya pencegahan penularan dilakukan dengan cara menghindari bahan yang
terkontaminasi tinja dan sekret unggas, dengan tindakan sebagai berikut :

  • Setiap orang yang berhubungan dengan bahan yang berasal dari saluran cerna unggas harus menggunakan pelindung (masker, kacamata renang)
  • Bahan yang berasal dari saluran cerna unggas seperti tinja harus ditatalaksana dengan baik ( ditanam / dibakar) agar tidak menjadi sumber penularan bagi orang disekitarnya.
  • Alat-alat yang dipergunakan dalam peternakan harus dicuci dengan desinfektan
  • Kandang dan tinja tidak boleh dikeluarkan dari lokasi peternakan
  • Mengkonsumsi daging ayam yang telah dimasak pada suhu 80°C selama 1 menit, sedangkan telur unggas perlu dipanaskan pada suhu 64°C selama 5 menit.
  • Melaksanakan kebersihan lingkungan.
  • Melakukan kebersihan diri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: