h1

Gejala Klinis Flu Burung

February 26, 2006

Telah berulang disebutkan gejala flu burung pada dasarnya sama dengan flu biasa. Gejala pertama pada manusia yang umum ditemukan adalah kenaikan suhu tubuh (sekitar 39°C).

Gejala tersebut kemudian diikuti dengan keluarnya eksudat hidung yang bersifat mukus (lendir) bening, batuk, dan sakit tenggorokan. Tidak jarang penderitanya tidak nafsu makan, muntah, nyeri perut, dan diare.

Karenanya, disarankan untuk segera berobat begitu ada keluhan gangguan pernapasan. Begitu ada batuk, pilek, dan demam yang tidak kunjung turun, segera ke dokter atau rumah sakit yang terdekat, begitu disaranakn para ahli kesehatan berulang-ulang.

Namun, sebuah tim dokter internasional mengatakan bahwa gejala flu burung pada manusia lebih luas dan lebih beragam ketimbang yang diperkirakan semula. Virus flu burung dapat menyebabkan encephalitis (membengkaknya otak),, diare, dan gejala-gejala lain yang tidak seperti penyakit pernapasan klasik.

Kasus seorang bocah perempuan berusia sembilan tahun dan adik laki-lakinya yang berusia empat tahun yang meninggal karena encephalitis, membengkaknya otak, di Vietnam bagian selatan setahun lalu. Kematian kedua anak itu sebuah misteri sampai para peneliti kembali dan memeriksa sampel dari bocah lelaki itu dan menemukan virus flu burung!

“Kasus-kasus ini menunjukkan bahwa spektrum klinis flu H5N1 adalah lebih lebar dibandingkan dengan yang diperkirakan sebelumnya, dan karena itu memiliki implikasi penting bagi respons kesehatan masyarakat dan klinis pada flu burung,” kata para peneliti di New England Journal of Medicine edisi 17 Februari.

“Penemuan itu didapat akhir tahun 2004 setelah kami mengetes beberapa ratus sampel,” kata Dr Tran Tinh Hien, Deputi Kepala RS Penyakit Tropis Ho Chi Minh City dan salah satu penulis kajian yang diterbitkan jurnal kedokteran itu.

Penemuan itu merupakan bagian dari program penelitian antara Universitas Oxford, Inggris, dan beberapa rumah sakit di Vietnam untuk memeriksa penyakit-penyakit tropis serius di sana, termasuk penyebab encephalitis di selatan, katanya.

Dr Menno de Jong, dari Unit Penelitian Klinis Universitas Oxford pada RS Penyakit Tropis di Ho Chi Minh City, mengatakan, dia dan rekan-rekan penelitinya yakin kasus bocah lelaki itu –yang baru dihubungkan dengan flu burung berbulan-bulan kemudian– mungkin berarti bahwa kasus-kasus lain yang tanpa gejala pernapasan tidak diperhatikan.

“Semua pengawasan dan fokus selama ini pada infeksi pernapasan dalam mengidentifikasi pasien flu burung. Kasus ini memperlihatkan flu burung bisa muncul dengan cara lain. Pada saat ini kami belum tahu apakah ini sebuah kasus yang jarang atau bukan, tetapi kita perlu mengetahui seluruh spektrum klinis flu burung sehingga kita tahu berapa banyak kasus yang sebenarnya kita miliki,” katanya memaparkan.

Dr Tranh Tinh Hien menyatakan bahwa virus flu pada umumnya diketahui menyebabkan encephalitis dan dapat merusak sistem pernapasan, saraf dan pencernaan serta jantung, ginjal dan hati. Namun selama ini tidak menemukan encephalitis (membengkaknya otak) di antara pasien yang tewas karena flu burung di Vietnam.

Penemuan ini penting agar kita tak selalu melihat pada kasus pernapasan parah pada orang yang terpapar unggas. Mungkin harus lebih luas dari itu.

Waspadai Gejala

Meski gejalanya bisa amat beragam, Anda diminta tetap waspada jika merasakan atau menemukan gejala berikut ini diantara keluarga atau binatang piaraan Anda:

Pada Manusia

1. Demam (suhu badan di atas 38 derajat Celsius)
2. Batuk-batuk dan tenggorokan terasa kering/nyeri.
3, Nyeri otot
4. Sesak napas
5. Radang saluran pernapasan atas atau radang paru-paru (pneumonia)
6. Infeksi selaput mata (conjunctivitis)
7. Pusing
8. Mual dan nyeri perut
9. Muntah
1O.Diare
11. Keluar lendir dari hidung
12. Tidak ada nafsu makan

Pada unggas

1. Jengger berwarna biru
2. Borok di kaki
3. Kematian mendadak

Untuk Pemelihara Burung

• Bersihkan kandang setiap hari, kalau perlu semprot dengan disinfektan.
• Jemur kandang setiap hari.
• Jaga jangan sampai ada makanan tercecer agar tak mengundang burung liar datang.
• Vaksinasi unggas ke dokter hewan terdekat.

Masa inkubasi

Pada unggas 1 minggu, dan pada pada manusia berlangsung 1-3 hari. Masa infeksi 1 hari sebelum sampai 3-5 hari sesudah timbul gejala. Pada anak bisa sampal 21 hari. @

Tindakan Pencegahan

  • Jaga kebersihan diri sendiri, antara lain sering mencuci tangan dengan sabun.
  • Bersihkan lingkungan sekitar tempat tinggal.
  • Menggunakan alat pelindung diri (masker, sarung tangan, kacamata) merupakan upaya yang harus dilakukan oleh mereka yang kontak dengan binatang, baik dalam keadaan mati, apalagi ketika hidup.
  • Karena telur juga dapat tertular, maka penanganan kulit telur dan telur mentah perlu dapat perhatian pula. Konsumen sebaiknya langsung mencuci telur mentah yang baru dibeli –biasanya ada sedikit menempel kotoran ayam– agar tidak terjadi kontaminasi sebelum disimpan di kulkas.
  • Daging unggas harus dimasak sampai suhu 70 derajat C atau 80 derajat C selama sedikitnya satu menit. Kalau kita menggoreng atau merebus ayam di dapur, tentu lebih dari itu suhu dan lamanya memasak. Artinya, sejauh ini bukti ilmiah yang ada mengatakan bahwa aman mengonsumsi ayam dan unggas lainnya asal telah dimasak dengan baik.
  • Pilih unggas yang sehat (tidak terdapat gejala-gejala penyakit pada tubuhnya).
  • Pola hidup sehat. Secara umum pencegahan flu adalah menjaga daya tahan tubuh dengan makan seimbang dan bergizi, istirahat dan olahraga teratur. Sekali lagi jangan lupa sering mencuci tangan.
  • Pasien influenza dianjurkan banyak istirahat, banyak minum dan makan bergizi.
  • Hindari kontak langsung dengan ayam atau unggas yang kemungkinan terinfeksi flu burung.
  • Lakukan imunisasi pada hewan piaraan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: