h1

Prospes Usaha Tani Cianjur Menggembirakan

April 2, 2006

Sekitar 96% kebun kelapa merupakan perkebunan rakyat yang diusahakan di kebun atau pekarangan rumah. Perkebunan tersebut dikelola secara monokultur ataupun kebun campur dengan melibatkan sekitar 20 juta jiwa keluarga petani atau buruh tani. Meskipun luas perkebunan kelapa terbesar kedua setelah sawit, namun usahatani kelapa belum mampu menjadi sumber pendapatan utama petaninya.

Produktivitas tanaman dan nilai tukar produk primer yang dihasilkan –seperti kopra dan minyak– yang cenderung menurun menjadi salah satu penyebabnya.  Pengelolaan usahatani pun masih bersifat tradisional akibat keterbatasan wawasan petani. Keterlibatan secara langsung dari pemerintah, kalangan industri, dan masyarakat konsumen di lapangan pun masih sangat kurang dan berjalan sendiri-sendiri.

Untuk dapat menjadikan usahatani kelapa menjadi sumber pendapatan utama petani, perlu diubah sistem usahatani tradisional dan industri primer parsial menjadi suatu sistem dan usaha agribisnis berbasis kelapa yang berdaya saing, berkelanjutan, berkerakyatan dan terdesentralisasi.

Bukan tidak mungkin apabila usahatani kelapa dikelola secara profesional akan dapat memberikan  kontribusi yang tak kecil untuk negara ini. Hal ini memungkinkan karena hasil penelitian menungkapkan bahwa kandungan asam laurat dalam minyak kelapa memiliki manfaat kesehatan. Dan akhir-akhir ini perdagangan minyak kelapa murni (virgin coconut oil, VCO) makin meluas di antero dunia. Walau belum didukung uji klinis, banyak pihak meyakini VCO sebagai obat berbagai macam penyakit dan harganya pun cukup mahal.

Badan Litbang Pertanian pun melaui Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pascapanen Pertanian telah mengembangkan proses pengolahan minyak kelapa murni (virgin coconut oil – VCO) skala UKM dan telah dikerjasamakan dengan Dinas Perdagangan dan Industri , Kab. Cianjur dan Koperasi Mutiara Baru Cianjur Selatan. Teknologi VCO tersebut diterapkan di tengah-tengah petani penghasil kelapa, sebagai model agroindustri minyak kelapa murni terintegrasi di Desa Jati Sari, Kecamatan Agrabinta, Cianjur Selatan dengan Merek dagang LAURICA .

Disamping aspek kesehatan, minyak kelapa dapat menjadi sumber utama pengganti bahan bakar minyak diesel fosil. Bahkan Filipina telah mengembangkan campuran biodiesel kelapa 10% (B-10) sejak tahun 2002 dan telah digunakan untuk kendaraan dinas beberapa instansi pemerintah. Salah satu kelebihan minyak kelapa di daerah  tropis adalah dapat digunakan sebagai pengganti solar tanpa proses esterifikasi dan tanpa campuran (B-100) sebagaimana yang telah digunakan di Marshall Island sejak awal 2005 tanpa modifikasi dan gangguan pada mesin. Prosesnya pun sederhana sehingga mudah dan cocok dilakukan di daerah yang aksesibilitasnya terbatas seperti daerah kepulauan yang harga kopranya selalu rendah.

Kedua isu tersebut merupakan bahan diskusi dalam forum Konperensi Nasional Kelapa VI yang akan diselenggarakan pada 16-18 Mei 2006 di Gorontalo. Penyelengara kegiatan tersebut adalah Puslitbang Perkebunan dan Balitka bekerjasama dengan Pemprov. Gorontalo .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: