h1

Pengembangan Potensi Energi Wilayah Pedesaan Cianjur Selatan

July 17, 2006

Pengembangan Potensi Energi Wilayah Pedesaan Cianjur Selatan Melalui Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro di Desa Cibuluh

Beberapa hari ini masyarakat Desa Cibuluh, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur Jawa Barat disibukkan dengan berbagai persiapan menjelang kedatangan Drs.H. TjeTjep Muchtar Soleh, MM selaku Bupati Cianjur dan rombongannya. Kebahagian masyarakat jelas terlihat saat rombongan tiba sekitar 10.30 siang pada tanggal 17 juni 2006 ke desa yang sulit dijangkau karena akses jalan yang rusak dan berbatu. Kondisi desa Cibuluh ini serupa dengan desa-desa lainnya di Cianjur Selatan.

Kesediaan beliau untuk meresmikan pembangkit listrik mikrohidro, sangat dinantikan oleh seluruh komponen masyarakat di beberapa desa di Kecamatan Cidaun. ”Kami sangat senang atas apresiasi bapak bupati terhadap kerja-kerja terbaik orang desa” dari pengakuan yang terlontar Iyus Rusyana, Kepala Desa Cibuluh.

Di sela-sela acara yang dikaitkan dengan memperingati hari bumi sedunia, peresmian pembangkit mikrohydro dengan memanfaatkan air sebagai energi listrik sangat sesuai dengan momentum tema hari bumi ”cegah bencana lingkungan”. ”Saya sangat berbahagia dapat menghadiri acara ini dan berada di tengah-tengah masyarakat untuk meresmikan pembangkit listrik ini” di sela sambutan bupati. Apalagi kabupaten Cianjur menekankan program utama dalam peningkatan kualitas dan kuantitas program pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dan morfal ahlakul karimah. Inovasi pembangkit listrik mikrohydro ini jelas dapat membangkitkan gairah anak-anak desa dalam belajar dengan adanya penerangan di malam hari.

Menurut Ridwan Soleh, fasilitator pendamping organisasi masyarakat dari Yayasan Pribumi Alam Lestari (YPAL) bahwa indikator kemiskinan dihubungkan pula dengan dimensi pendidikan, kesehatan serta tingkat partisipasi masyarakat dalam kehidupan politik, maka setengah jumlah penduduk Indonesia berada di bawah garis kemiskinan. Kondisi ini hampir ekuivalen dengan jumlah 90 juta penduduk  Indonesia yang belum memiliki akses terhadap energi listrik yang layak. Oleh sebab itu, energi merupakan faktor yang sangat menentukan untuk mencapai keberhasilan upaya pengentasan kemiskinan serta keberhasilan program peningkatan Indek Pembangunan Manusia (IPM).

Hal senada diutarakan oleh I Wayan Dirgayusa bahwa GEF-SGP (Global Eviroment Facility-Small Grant Programme) mempunyai perhatian besar dalam pengembangan inisiatif dan inovasi seperti ini. Untuk itu kami sangat mendukung berbagai kegiatan seperti ini, dan salah satunya dengan mendukung masyarakat desa-desa di Gunung Simpang dan YPAL untuk membuktikan kemampuan akan praktek terbaik dalam membangun ”Energi Rakyat”.

“Dari sekitar 390 desa di Kabupaten Cianjur, masih ada 45 desa yang belum mendapatkan akses energi listrik” papar bupati dalam sambutannya. Melihat masyarakat desa Cibuluh dalam pengembangan pembangkit listrik mikrohydro yang dikembangkan atas kemitraan dengan YPAL, GEF-SGP dan PT Cihanjuang Inti Tehnik harus terus dapat direplikasikan ke desa-desa lainnya.

Pembangunan pembangkit listrik tenaga mikrohidro di Cibuluh adalah salah satu bentuk rangkaian rencana yang telah disusun dalam jangka panjang, sekarang  fase awal pengembangan ekonomi yang berbasis potensi lokal sedang dimulai. Energi menjadi syarat utama peningkatan kualitas SDM dan ekonomi masyarakat. Sesuai dengan motto masyarakat yaitu ”cai nu mawa hurip” (air pembawa kesejahteraan), pengembangan ekonomi dibangun berdasarkan pada pemanfaatan potensi sumberdaya air yang dihasilkan dari hutan yang telah mereka jaga kelestariannya.

Pembangkit listrik mikrohydro ini bukan sekedar sebuah model teknis sarana pembangkit listrik semata. Mulai dari perencanaan, pembangunan hingga pengelolaannya dirancang sebagai ”community enterprise”, di mana masyarakat bukan hanya menjadi konsumen akan tetapi secara bertahap sesuai dengan upaya peningkatan kapasitasnya, mereka menjadi pengelola dan pemiliknya sekaligus.

”Dengan kapasitas sekitar 18 kilo watt, energi listrik ini tidak saja dapat dimanfaatkan untuk sarana penerangan rumah tangga di malam hari” papar Rasman Danur Alam selaku manager pengelola pembangkit listrik yang dinamakan “PLTMH Parakan Taraje”. Jelas, sasaran pendidikan untuk proses belajar anak usia sekolah akan meningkat  dan tentu saja kemampuan baca tulis dan peluang untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilannya di luar jam sekolah juga meingkat.

Rencana tahap berikutnya, sejumlah kapasitas energi listrik tersebut dapat digunakan di siang hari menjadi modal awal penggerak industri kecil dalam upaya peningkatan nilai tambah hasil bumi masyarakat serta akses teknologi sarana informasi dan komunikasi. Kemampuan ini akan berdampak secara politis masyarakat masih mengalami masalah dalam meraih posisi kesetaraan untuk berpartisipasi dalam perencanaan pembangunan, menyuarakan kepentingan masyarakat dalam memperoleh keadilan.

Begitu juga secara ekonomi masyarakat akan mudah memperoleh akses pasar dan dapat mengurangi biaya ekonomi tinggi yang menyangkut semua aspek kebutuhan pokok yang disebabkan buruknya sarana transportasi. Dampak lainnya dengan meningkatnya aktivitas sosial masyarakat untuk dapat saling beinteraksi dan membentuk ikatan sosial yang lebih luas.

Energi terbarukan seringkali diasumsikan tak akan bisa memecahkan masalah kekurangan energi karena sulit dan biayanya terlalu mahal. Pandangan ini menutup mata terhadap besarnya biaya subsidi dan  dana masyarakat yang dikucurkan untuk industri energi bahan bakar fosil yang sudah malang melintang. Cadangan minyak bumi Indonesia diperkirakan akan habis dalam dua dekade yang akan datang, di samping itu peggunaan bahan bakar fosil sudah diambang membahayakan bagi kelangsungan hidup manusia yang menyangkut permasalahan polusi dan pemanasan global yang semakin tinggi.

Contoh energi rakyat dalam mengembangankan potensi energi terbarukan melalui pembangkit listrik tenaga mikrohidro di Desa Cibuluh, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, telah menjadi gerakan sosial dalam menjawab solusi permasalahan energi di tingkat regional dan nasional.

Informasi lebih lanjut silahkan menghubungi:
Ridwan Soleh Yayasan Pribumi Alam Lestari

One comment

  1. Yth. Bp. Ridwan Soleh,
    Saya telah lama tertarik dengan teknik mikro hidro yang menciptakan litrik via air. Saya pernah melihat turbin kecil di salah satu daerah Lampung dengan menggunakan aliran air (kecil seperti got di Jakarta dengan ditampung dlm bak lalu disaluran via pipa paralon yang besarnya bertingkat hingga mencapai turbin) sebagai penggeraknya.
    Saya ingin belajar juga dimana dan apakah perlu biaya besar. Saya ingin membuat dengan mengajak partisipasi masyarakat di suatu daerah Flores yang belum ada listrik, karena kalau saya sendiri tak ada uang, yang ada hanya kemauan mengajak mereka.TK.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: