h1

Jardiknas Kabupaten Cianjur

March 4, 2007

ENTINGNYA, Jejaring Pendidikan Nasional (Jardiknas) merupakan salah satu isu menarik di antara isu-isu lainnya yang dibahas pada hari ketiga Rembuk Nasional Pendidikan (RNP) 2007. Pasalnya, isu ini sejalan dengan nuansa Information Communication Technolo

Menjahit Kendala Geografis Pendidikan dengan Jardiknas
11 April 2007, oleh: Menjahit Kendala Geo

PENTINGNYA, Jejaring Pendidikan Nasional (Jardiknas) merupakan salah satu isu menarik di antara isu-isu lainnya yang dibahas pada hari ketiga Rembuk Nasional Pendidikan (RNP) 2007. Pasalnya, isu ini sejalan dengan nuansa Information Communication Technology (ICT) yang dipaparkan awal pembukaan RNP 2007, 8 April lalu, oleh Menteri Pendidikan Nasional.

Karena kentalnya nuansa ICT, beberapa stan pameran yang ada dalam ajang RNP 2007 itu pun menampilkan perangkat teknologi informatika yang menggambarkan pentingnya peran ICT dalam dunia pendidikan, serta kegunaannya dalam model pembelajaran dan pendidikan.

Apalagi, konsep ICT dengan aplikasi Jardiknas itu pernah ditegaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat membuka Konferensi Menteri-Menteri Pendidikan se-Asia Tenggara ke-42 di Nusa Dua, Bali, 14 Maret 2007.

Menurut Presiden SBY, pemanfaatan ICT saat ini dinilai penting mengingat beberapa negara maju seperti Amerika Serikat, negara-negara Eropa dan negara-negara Asia Timur telah memanfaatkan ICT beserta jaringannya pada sistem pendidikan mereka.
Untuk itu, ketika Presiden SBY meresmikan Jejaring Pendidikan Nasional sebagai aplikasi ICT dunia pendidikan di Indonesia, maka diharapkan dapat menjadi penghubung dan harapan segenap bangsa, bahwa meskipun Indonesia terpisah-pisah dari letak geografis, namun dapat menjalin komunikasi dan tukar menukar informasi di bidang pendidikan.

Saat diresmikan itulah, Jardiknas tercatat telah menghubungkan 533 simpul di 33 provinsi, 441 kabupaten/kota, lebih dari 3600 sekolah menengah atas (SMA) dan lebih dari 84 perguruan tinggi, serta 61 kantor dinas pendidikan di seluruh Indonesia.

Jaringan Pendidikan Nasional ini telah menyambungkan komunikasi dan informasi dari provinsi-provinsi di Indonesia, yakni dari Aceh hingga Papua, secara on-line,’’ ujar Presiden SBY.

Di tempat yang sama, Mendiknas pun optimis, bahwa Jardiknas mampu membantu pemerintah pusat melakukan komunikasi langsung serta tukar menukar informasi dengan sekolah dan dinas pendidikan di daerah.

Berjuta harapan pun datang dari sejumlah daerah, agar Jardiknas itu mampu terealisasi secara utuh dan sesuai dengan tujuan semula. Tidak hanya itu, harapan pemerintah pusat pun, untuk menjalankan program rencana strategis pendidikan 2005-2009, dapat terbantu karena adanya kemudahan komunikasi dan informasi.

Harapan itu juga mengemuka dari Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar Negeri Depdiknas Gatot Hari Priowirjanto ketika ditemui Jurnal, kemarin. Gatot, sebagai perintis Jardiknas ini menyampaikan rasa optimisnya bahwa pada 2009 nanti, ditargetkan sebanyak 90 persen SMA/SMK/MA dan setaranya, serta 50 persen SMP/MTs dan setaranya sudah masuk dalam Jardiknas.

Atau, jika dikalkulasikan, saat ini sudah ada 3600 SMA yang masuk dalam Jardiknas. Ini belum tuntas, pasalnya tahun ini ditargetkan sekitar 10 ribu sekolah (20 persen) baik SMP/MTS dan SMA/SMK masuk dalam Jardiknas dari target sebanyak 52 ribu sekolah yang terdiri atas 35 ribu SMP/MTs dan 17 ribu SMA/SMK/MA.

Tahun 2008, jumlah itu diperkirakan akan meningkat. Pasalnya, Depdiknas memiliki target sebesar 50 persen atau 20 ribu sekolah. Sehingga, diharapkan pada 2009 sudah mencapai target lebih dari 40 ribu sekolah akan tersambung dalam Jardiknas, bahkan hingga pada tingkat kecamatan,

Keyakinan itu bukan sebatas impian yang berada di atas awang. Sebab, ini didukung dengan pengalaman Gatot ketika masih menjabat Direktur SMK pada 1999, yakni mengusulkan dua SMK dalam sebuah jaringan ICT, namun pada akhirnya jaringan ICT yang kini dikenal Jardiknas itu mampu berkembang pesat.

Berbagai langkah pun akan dilakukan pada tahun ini. Antara lain, terkait dengan permasalahan koordinasi dan pengelolaan Jardiknas yang belum optimal, pemanfaatan dan pemberdayaan pada tingkat kabupaten/kota yang belum optimal, dan kesiapan sumber daya manusia di daerah.

Rencana strategis

Ini pula yang menarik perhatian Kepala Sub Dinas Bina Program Kabupaten Cianjur (Jawa Barat) Endang Suhendar dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jayawijaya (Papua) Daniel Tabuni di sela-sela bahasan Komisi II sub komisi 4 a pada hari ketiga RNP 2007, kemarin.

Kepala Sub Dinas Bina Program Kabupaten Cianjur (Jawa Barat) Endang Suhendar misalnya mengatakan, konsep Jardiknas sangat membantu kinerja komunikasi dan tukar menukar informasi pendidikan antara pusat, daerah dan sekolah.

Namun, sayangnya pengelolaan masih belum jelas, lalu koneksi di lapangan juga terjadi keterlambatan karena letak geografis, dan SDM yang belum lancar cara pengoperasiannya, ujar Endang.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jayawijaya (Papua) Daniel Tabuni. Bahwa, yang menjadi permasalahan utama adalah, kurangnya operator di lapangan untuk menyampaikan pemanfaatan Jardiknas di satuan pendidikan.

Dalam hal ini, kita butuh orang yang ahli untuk dikirim ke Jayawijaya untuk melatih SDM kami. Kalau soal dana, kami bisa atasi. Sebab, tanpa adanya SDM, alat dan fasilitas yang sudah ada tidak bisa kami manfaatkan, kata Daniel.

Menanggapi hal itu, Gatot pun menegaskan, pemerintah pusat akan melakukan sinergi antarprovinsi, kabupaten/kota, pihak swasta, dan masyarakat, yakni akan memberikan block grant dalam bentuk pembesaran kapasitas Jardiknas ke daerah, agar tidak terjadi keterlambatan koneksi.

Namun, seperti ungkapan, tidak ada teknologi yang berguna jika tidak dimanfaatkan secara tepat guna, Gatot menegaskan agar seluruh pemangku pendidikan di daerah dari Dinas Pendidikan Provinsi hingga satuan unit sekolah, untuk memanfaatkannya secara tepat guna.

Atau, dapat disingkat, segala kemajuan suatu masyarakat, bisa terpulang dari pemanfaataan masyarakat itu terhadap fasilitas yang ada. Bukan, justru menyia-nyiakan fasilitas yang sudah ada itu.*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: