h1

Dunia Pendidikan dan Komputer

July 22, 2007

Latar Belakang Masalah

Masusia memang tidak dapat dipisahkan dengan segala keaktifannya, baik yang membutuhkan perpindahan tempat yang relatif jauh maupun yang tidak begitu jauh. Hal tersebut kadang menyebabkan terganggunya jadwal kegiatan yang seharusnya dapat mereka kerjakan sesuai waktu dan tempat yang telah ditetapkan, seperti dalam hal ujian perkuliahan. Berdasarkan hal tersebutlah penulis mencoba menciptakan metode ujian yang lebih fleksibel terhadap tempat pengerjaan, dalam hal ini metode ujian yang dapat diakses dari berbagai tempat dalam suatu rentang waktu yang telah ditentukan.

Seperti telah diketahui bahwa awalnya konsep dari suatu pendidikan adalah terbentuknya suatu komunitas dimana mereka berkumpul pada waktu dan tempat yang sama serta saling bertukar informasi, konsep tersebut sedikit berubah seiring dengan berjalannya waktu, media informasi lain seperti surat, koran, radio, televisi, internet merupakan beberapa contoh media untuk mendapatkan informasi yang tidak mengharuskan bagi mereka untuk berada pada suatu tempat dan waktu yang sama lagi.

Seperti bidang-bidang lainnya, bidang pendidikan pun dapat memanfaatkan internet sebagai sarana interaksi dalam sistem perkuliahan, baik pengaksesan materi, diskusi, pengerjaan ujian, dan kegiatan lainnya, yang selanjutnya disebut dengan sistem pendidikan jarak jauh, dalam hal ini sistem pendidikan jarak jauh yang difokuskan adalah sebuah sistem yang memanfaatkan metode web sebagai sarana interaksi perkuliahannya, khususnya sistem ujian.

Pada perkembangannya, suatu website digunakan tidak hanya sebagai pusat informasi, melainkan juga digunakan sebagai media interaksi beberapa pengguna, sebagai contoh, suatu pengguna dapat memberi masukan ke suatu website, dimana masukan tersebut akan mempengaruhi informasi yang nantinya akan diakses oleh pengguna lain.

Untuk mewujudkan suatu layanan web seperti yang diutarakan diatas, sistem yang dibuat minimal terdiri dari web server, bahasa pemrograman untuk dynamic website, dan database sebagai sarana penyimpanan data-data. Dalam hai ini  web server digunakan untuk melayani segala proses pengadaan file-file yang digunakan untuk website, sampai pengaturan koneksi client-server, sedang bahasa pemrograman dynamic website digunakan sebagai dasar pembuatan halaman-halaman website yang dinamis yang berarti halaman tersebut dapat berinteraksi dengan pengguna ataupun layanan lainnya, seperti database ataupun file, sehingga secara tidak langsung halaman itu juga berfungsi sebagai penjembatan antara aksi yang dilakukan oleh pengguna atau pengakses website dengan akibat yang akan diterapkan terhadap layananan lainnya, misalkan database, Database itu sendiri dalam sistem ini dkan digunakan sebagai sarana penyimpanan data secara terstruktur, dalam hal ini adalah media penyimpan yang dapat diketahui relasi atau hubungan antara beberapa data lainnya yang bertipe sama.

Pengguna

Pengguna

File-file

Website

Pemrograman

Dynamic

website

Database

Layanan

lain

Web

Server

Gambar 1. Proses secara umum yang terjadi pada sistem

Konsep Web Based Training

Kini setelah internet merupalan teknologi yang memasyarakat, konsep pendidikan dapat dilakukan dengan lebih mudah, mereka dapat saling berinteraksi untuk mengirim ataupun mencari informasi dengan lebih efektif dan efisien, salah satu contoh konsep yang dapat dilakukan adalah Web Based Training yang selanjutnya disebut dengan WBT, WBT adalah suatu sistem dimana semua bagian dari pendidikan mulai dari bahan informasi, diskusi dan ujian diterapkan melalui teknologi layanan web.

Berikut tabel perbandingan beberapa kegiatan-kegiatan dalam sistem pendidikan konvensional yang dapat dilakukan dalam sistem pendidikan WBT

Sistem konvensional WBT
Mendengarkan kuliah, debat, wawancara, pidato, diskusi Webcam (kamera web yang meliputi gambar dan suara), multimedia conference.
Konsultasi E-mail, mailing list,
Bahan-bahan presentasi, buku referensi Dapat dibentuk dalam file-file .pdf, .ppt, .doc
Ujian tertulis Fasilitas form web (fasilitas web dimana pengguna dapat memberikan balasan ke sistem tsb).

Dalam pembuatannya banyak aspek yang menentukan metode dan tipe dari pembentukan WBT itu sendiri, beberapa contoh aspek tersebut yang pertama adalah Instructor-led dan Learner-led. Dalam konsep Instructor-led, jadwal dan urutan bahan pendidikan sudah ditentukan dari awal oleh pengajar, pelajar tidak mempunyai pilihan untuk menentukan metode yang mereka inginkan dari pembelajaran tersebut, sedangkan dalam konsep Learner-led,  pelajar mempunyai pilihan-pilihan untuk menentukan metode pembelajaran seperti forum diskusi, chat-session, serta urutan bahan yang ingin mereka pelajari terlebih dahulu.

Berikut beberapa perbedaan keuntungan dari kedua konsep diatas :

Instructor-led Learner-led
Pengajar dapat menjelaskan dengan lebih baik pertanyaan-pertanyaan ataupun pemecahan masalah dari bahan-bahan yang dibuat Pelajar dapat lebih merasakan manfaat dari pembelajaran yang mereka inginkan
Pengajar dapat menentukan bahan-bahan yang akan diajarkan, sehingga itu akan lebih memudahkan pengajar dalam mengatur pembelajaran. Pelajar tidak tergantung dengan jadwal-jadwal yang telah dibuat oleh pengajar, sehingga akan lebih fleksibel
Penilaian ujian dapat lebih mudah dilakukan Tidak ada pelajar yang merasa “tertinggal” oleh pelajar lain dalam pembelajaran, sehingga mereka merasa percaya diri atas apa yang telah mereka dapatkan

Aspek yang kedua adalah asynchronous dan synchronous, dimana aspek tersebut akan menentukan metode aktifitas pelajar. Synchronous berarti semua aktifitas pendidikan dikerjakan secara bersamaan atau dalam rentang waktu yang relatif kecil, seperti chat-session dan webcam, sedangkan asynchronous merupakan metode dimana aktifitas pendidikan tersebut dapat dilakukan pada waktu yang berbeda atau dalam rentang waktu yang relatif lama atau tak terbatas, seperti forum diskusi melalui e-mail, pengaksesan informasi dalam website.

Perancangan Ujian Dalam Sistem Pendidikan WBT

Dalam konsep pendidikan salah satu bagian yang sangat diperlukan adalah ujian, dimana ujian tersebut dapat digunakan sebagai berikut :

  • Pengukur kemampuan pembelajaran dari pelajar
  • Penegasan ataupun pemfokusan atas apa yang sebenarnya harus dan dapat dipelajari oleh pelajar
  • Dapat digunakan sebagai pelajar untuk menerapkan apa yang telah mereka pelajari untuk menyelesaikan sebuah kasus
  • Mengamati berhasil atau tidaknya pembelajaran yang telah dilakukan, sehingga pengajar dapat memperbaiki kembali metode pendidikan yang telah ada.

Dalam pendidikan WBT terdapat beberapa cara yang diterapkan dalam pembuatan sistem ujiannya, beberapa pertimbangan-pertimbangan yang diperlukan dalam perancangan sistem ujian tersebut antara lain seperti jawaban seperti apa yang harus mereka isikan, dan feedback apa yang akan muncul setelah pelajar menjawab pertanyaan yang diberikan.

Berikut beberapa cara perancangan sistem ujian beserta keuntungan dan kerugiannya :

Teknik Keuntungan Kerugian
– Jawaban akan dikoreksi oleh program yang sudah diterapkan dalam komputer masing-masing pelajar – Jawaban dapat dengan cepat dikoreksi.

– Tidak dibutuhkan koneksi internet

– Pengajar tidak dapat memantau kemajuan pelajar– Tidak dapat membuat soal essay

-Kunci jawaban dapat lebih mudah diketahui oleh pelajar

– Jawaban dikirim ke komputer pusat, dan penilaian dilakukan secara langsung dan otomatis. – Pengajar dapat memantau kemajuan pelajar

– Jawaban dapat dikoreksi dengan cepat

– Membutuhkan koneksi internet– Tidak dapat membuat soal essay
– Jawaban dikirimkan melalui ke pengajar melalui email dan pengajar itu sendiri yang akan mengkoreksi. – Dapat membuat bermacam-macam jenis pertanyaan.– Pengajar dapat mentoleransi jawaban – hasil penilaian tergantung oleh situasi pengajar.– Jawaban tidak dapat langsung dikoreksi.

Jenis-jenis Soal Dalam Sistem Ujian WBT

Dalam sistem ujian WBT terdapat beberapa jenis soal yang dapat diterapkan, pembuatan soal-soal itu sendiri disesuaikan dengan jenis dari metode pengerjaan dan feedbacknya, berikut beberapa contoh tipe soal tersebut :

  • Soal benar/salah

    Soal-soal jenis ini dapat digunakan untuk berbagai jenis pertanyaan seperti berikut : Apakah pernyataan ini benar atau salah?, Apakah prosedur ini dapat dikerjakan atau tidak?, dan Apakah anda menyetujui proposal ini atau tidak?, keuntungan dari soal tersebut adalah adanya jawaban yang jelas benar atau salahnya sehingga bisa langsung dikoreksi oleh sistem dan prlajar pun dapat menerima feedback hasil ujian secara cepat.

    Sedang kerugiannya dimungkikannya pelajar lebih kearah menebak jawaban ujian, daripada mengerjakan solusi dari permasalahan soal tersebut, juga tidak dimungkinkannya untuk membuat soal kompleks yang membutuhkan jawaban tidak 100% benar atau salah yang tentunya juga membutuhkan sistem pengkoreksi dimana dapat melakukan toleransi terhadap jawaban.

  • Soal pilihan ganda

    Soal pilihan ganda hampir mirip dengan soal benar/salah, hanya saja dengan lebih banyaknya option jawaban yang disediakan, tentunya akan lebih menyulitkan bagi pelajar untuk menebak sebuah jawaban dari soal tersebut.

  • Soal essay

Metode soal ini digunakan untuk pembuatan soal yang kompleks dan bevariasi, dengan artian sebuah soal bisa saja menerima jawaban berbeda-beda anatara satu pelajar dengan pelajar lainnya, ataupun soal yang menghruskan pelajar untuk membuat sebuah makalah yang penilaiannya lebih kearah cara berpikir daripada menebak sebuah jawaban.

Soal dengan jenis ini memungkinkan perbedaan logika jawaban antara beberapa pelajar, sehingga toleransi dalam pengkoreksian jawaban sangat dibutuhkan, salam hal ini pengajar yang berwengan untuk melakukan pengkoreksian.

Kelemahan dari soal ini adalah adanya waktu tenggang yang tidak bisa dipastikan antara selainya ujian dengan pengkoreksian jawaban, serta dimungkinkannya penilaian yang tidak adil sesuai dengan situasi dan kondisi pengkoreksi.

Pencegahan Kecurangan Dalam Sistem Ujian

Dalam suatu ujian dapat saja terjadi kecurangan-kecurangan yang tidak diinginkan, terdapat banyak jenis kecurangan yang mungkin dilakukan dalam ujian tersebut, dan banyak pula jenis pencegahan yang juga dapat dilakukan, dan yang perlu ditekankan untuk pertama kalinya adalah perlunya diketahui alasan-alasan mengapa mereka melakukan kecurangan tersebut, beberapa alasan yang memungkinkan antara lain :

  • Hasil penilaian ujian yang akan mempengaruhi status pendidikan mereka
  • Kesenangan ataupun hobi dalam melakukan kecurangan
  • Budaya yang menganggap kecurangan bukanlah suatu kesalahan

Dalam sistem ujian WBT persentase kecurangan yang terjadi diperkirakan lebih besar daripada sistem ujian konvensional, kemudahan-kemudahan (dalam hal ini belum bisa dikategorikan sebagai kecurangan, sesuai dengan ketentuan yang berlaku) yang mungkin saja terjadi dalam sistem ini antara lain :

  • Kemudahan untuk mengakses referensi
  • Kemudahan untuk saling bekerja sama dengan peserta ujian lainnya

Banyak terdapat metode pencegahan yang memungkinkan dilakukan dalam sistem ujian WBT ini, antara lain :

  • Pengawasan secara audio dan visual

    Dalam hal ini pengawasan dilakukan menggunakan teknologi perangkat webcam, dimana ketika ujian berlangsung, peserta diharapkan mengaktifkan webcam meraka sehingga pengawas dapat melihat secara laangsung peserta ujian seperti layaknya pada sistem ujian konvensional, kelemahan dari sistem ini antara lain terbatasnya bandwidth atau lebar koneksi yang belum memungkinnya pengaksesan webcam secara maksimal, serta masih bisa dilakukannya manipulasi terhadap perangkat kamera tersebut.

  • Batasan waktu

    Diharapkan waktu ujian yang tersedia sesuai dengan perkiraan waktu yang dibutuhkan dalam pengerjaan soal, sehingga peserta ujian tidak mempunyai waktu lebih untuk saling berhubungan, ataupun mengakses bahan-bahan ujian yang mungkin tersedia ditempat lain.

  • Distribusi soal

    Inti dari distribusi soal ini adalah diharapkan masing-masing peserta ujian akan menerima soal yang berbeda-beda, tetapi hal tersebut dirasa akan memberatkan pihak pengajar, karena dengan 10 nomor soal untuk 10 peserta ujian saja mereka diharuskan membuat 100 nomor soal, sehingga konsep dari distribusi soal terdiri dari dua tahap, yang pertama adalah dilakukannya pengacakan terhadap soal-soal yang telah terbuat, sehingga mungkin saja antara satu peserta dengan peserta lainnya menerima urutan soal yang berbeda, tahap kedua dari distribusi soal  ini adalah dibuatnya beberapa soal dalam nomor soal yang sama yang biasa disebut dengan sistem rayonisasi soal.

  • Pendekatan secara kepercayaan

    Dalam pendekatan ini pengajar diharuskan untuk selalu memotivasi peserta ujian untuk tidak melakukan kecurangan, inti dari pendekatan ini adalah meyakinkan peserta ujian untuk percaya diri atas semua yan telah mereka pelajari, serta meyakinkan mereka bahwa hasil ujian ini justru akan membantu pengembangan arah pendidikan yang sesuai dengan potensi mereka yang sebenarnya.

Implementasi Sistem Ujian WBT

Pada dasarnya sistem ujian WBT yang terbuat dibagi menjadi fasilitas utama, yaitu fasilitas untuk pelajar dan fasilitas untuk pengajar :

  • Fasilitas utama

    Fasilitas utama adalah menu-menu yang diakses oleh semua pengguna sistem ini baik pengajar maupun pelajar, fasilitas tersebut terdiri dari proses login, sinkronisasi waktu, dan authentikasi pengguna.

    Proses login merupakan proses untuk menentukan hak akses mereka dalam sistem ini, apakah mereka sebagai pelajar ataupun sebagai pengguna, sedangkan proses sinkronisasi waktu adalah fasilitas jam terpusat, hal ini untuk antisipasi jika terdapat perbedaan waktu antara jam yang ada di sistem pengguna dan jam yang ada di sistem web server, sehingga berapapun selisih jam yang terjadi, persepsi waktu yang ditunjukkan kepada pengguna adalah waktu yang ada pada di sistem pusat, dan proses authentikasi adalah proses untuk melindungi sebuah halaman web tertentu agar hanya bisa diakses oleh pengguna yang memang mempunyai hak akses terhadap halaman yang bersangkutan, sebagai contoh, ditolaknya peserta ujian ketika mengakses halaman untuk pembuatan soal ujian ataupun halaman pengkoreksian ujian.

  • Fasilitas untuk pengajar

    Dalam sistem ini pengajar mempunyai beberapa wewenang dalam penentuan ujian yang berlaku, diantaranya penentuan waktu ujian, pembuatan soal ujian dan pengkoreksian hasil ujian.

    1. Penentuan waktu ujian

    Proses penentukan waktu ujian inilah yang nantinya digunakan sebagai batasan-batasan waktu sistem ujian WBT, seperti pengajar tidak dapat mengubah komposisi soal ujian, ketika ujian telah dimulai dan pengajar tidak dapat melakukan pengkoreksian ujian ketika ujian yang bersangkutan belum selesai, sedangkan bagi pelajar, batasan waktu ini digunakan agar pelajar tidak dapat mengakses soal-soal ujian ketika ujian belum dimulai, dan pelajar tidak dapat melakukan ujian ataupun tidak dapat mengubah jawaban ujian ketika ujian yang bersangkutan telah selesai.

    1. Pembuatan soal ujian

    Pada proses pembuatan soal ujian, terdapat beberapa parameter-parameter yang harus dimasukkan, antara lain soal ujian itu sendiri, ataukah akan bertipe pilihan ganda dengan option jawaban yang bisa disesuaikan ataupun soal dengan jenis essay, parameter kedua adalah bobot nilai untuk soal ujian itu sendiri, untuk soal dengan jenis pilihan ganda, bobot soal akan menentukan nilai untuk jawaban benar, salah dan kosong, sedang untuk soal dengan jenis essay, bobot soal akan menentukan nilai maksimal yang bisa diberikan terhadap jawaban untuk soal yang bersangkutan.

    Pada pembuatan soal ini selain dapat dilakukannya penambahan soal untuk nomor lain, juga dapat dilakukannya penambahan soal untuk rayon lain pada nomor yang sama, sehingga distribusi soal untuk peserta ujian akan semakin merata.

Gambar 2. Form pembuatan soal latihan tipe essay

Gambar 3. Form pembuatan soal latihan tipe pilihan ganda

    1. Pengkoreksian hasil ujian

    Pengkoreksian jawaban dilakukan setelah ujian yang bersangkutan telah selesai dan dilakukan hanya terhadap soal dengan jenis essay, karena soal dengan jenis pilihan ganda koreksi dilakukan secara laangsung oleh sistem, pada jenis soal essay nilai maksimal yang bisa diberikan sesuai dengan bobot nilai yang diberikan ketika dilakukan pembuatan terhadap soal tersebut.

    Pengkoreksian terhadap jawaban tersebut digunakan untuk membentuk grafik distribusi persentase dan distribusi normal nilai ujian mahasiswa terhadap nilai maksimal yang bisa dicapai, yang selanjutnya diharapkan grafik tersebut dapat digunakan sebagai referensi pemberian nilai akhir kuliah terhadapa masing-masing mahasiswa yang mengikuti kuliah tersebut.

    Grafik distribusi persentase pada dasarnya ditentukan oleh dua parameter, yaitu persentase nilai ujian yang berada pada sumbu x dan jumlah mahasiswa pada masing-masing persentase tersebut yang berada pada sumbu y.

    Sedangkan grafik distribusi normal juga ditentukan oleh dua parameter, yaitu persentase nilai ujian yang berada pada sumbu x, dan juga probabilitas persentase yang bisa didapat yang akan menentukan sumbu y.

    Berikut beberapa teori tentang distribusi normal:

s2 = S(x-m)2 f(x)

n(x,m,s) = 1/√(2ps).e-(1 / 2) [ x-m / s ]2

m = nilai mean / rata-rata

s = nilai deviasi

f(x) = probabilitas persentase

n(x,m,s) = probabilitas pada titik x dengan m dan s yang telah ditentukan sebelumnya

Gambar 4. Grafik persentase nilai ujian mahasiswa

Gambar 5. Grafik distribusi normal prsentase nilai ujian

  • Fasilitas untuk pelajar

    Pada dasarnya fasilitas yang terdapat pada palajar terdiri dari pengacakan distribusi soal dan pengerjaan soal ujian itu sendiri.

    1. Pengacakan distribusi soal

    Pada pengacakan ini terdapat dua tahap, tahap yang pertama adalah pengacakan yang dilakukan pada nomor-nomor soal, sehingga diharapkan peserta ujian akan mendapat urutan soal yang berbeda-beda, sedangkan pengacakan tahap yang kedua adalah pengacakan yang dilakukan terhadap rayon-rayon soal pada nomor yang sama, sehingga diharapkan juga mahasiswa akan mendapat soal yang berbeda ketika ternyata mereka mendapatkan urutan nomor soal yang sama.

    Berikut contoh tabel pengacakan yang terjadi untuk dua mahasiswa dengan 5 nomor soal dimana setiap soal terdiri dari 3 rayon soal.

Kode mahasiswa Nomor soal Nomor rayon
AAA 3 2
AAA 4 2
AAA 1 1
AAA 5 3
AAA 2 1
BBB 2 3
BBB 4 1
BBB 1 3
BBB 3 3
BBB 5 2
    1. Pengerjaan soal ujian

    Metode dari pengerjaan soal ujian adalah tak terurut, dalam hal ini peserta ujian dapat mengerjakan soal ujian sesuai dengan urutan yang mereka kehendaki, hal ini agar peserta ujian dapat mendahulukan soal-soal ujian yang dinilai mempunyai prospek bagus dalam artian kemudahan pengerjaan dan bobot nilai yang sesuai, sehingga diharapkan nilai yang mereka dapatkan akan maksimal.

    Sesuai dengan distribusi soal yang telah diuraikan sebelumnya, masing-masing mahasiswa dapat saja mempunyai urutan atau bahkan soal yang berbeda sesuai dengan tabel distribusinya, sedangkan bagi pihak pengajar, pengkoreksian ujian akan disesuaikan juga dengan tabel distribusi soal masing-masing mahasiswa.

Gambar 6. Proses pengerjaan soal-soal ujian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: