h1

Sujud Syukur Guru Honorer Cianjur

September 19, 2007

Kabupaten Cianjur: Dewi Rosita tak kuasa menahan haru. Guru bantu (GB) di SDN Ciwalen Kec. Warungkondang, Cianjur, setibanya di rumah kontrakannya di Perumahan Pepabri di Pasir Sembung Kec. Cilaku, Cianjur, langsung sujud syukur. Setitik air mata membasahi sajadah. Mulut ibu dua anak ini tak henti-hentinya mengucap syukur kepada Tuhan YME. Senin (17/9), lulusan sekolah pendidikan guru (SPG) 1988 ini, termasuk guru yang dinyatakan berhak menerima dana tunjangan fungsional bagi guru nonpegawai negeri sipil (PNS) Rp 200.000,00/bulan yang dibayar tiap enam bulan. Pada hari itu, bertempat di Kantor Pos Cianjur, guru-guru tidak tetap (GTT), setelah dipotong pajak, menerima dana sebesar Rp 1.140.000,00/orang.

”Alhamdulilllah, di bulan penuh barkah ini, saat sedang menjalani Bulan Puasa dan menghadapi Lebaran nanti, bantuan pemerintah ini amat berarti bagi keluarga kami,” kata guru kelahiran 1968 ini.

Rencananya, guru bantu angkatan 2003 ini, hendak membawa serta dua anaknya untuk membeli baju yang akan dikenakan Idulfitri, Oktober nanti, dan membeli sejumlah kebutuhan pokok lainnya.

Lain Dewi lain pula Drs. Ubaidillah Sofyan, guru tidak tetap (GTT) di SMKN I Kec. Cilaku, Cianjur. Guru sukwan berusia 46 tahun ini mengaku, pasrah saat ia dinyatakan tidak termasuk guru yang menerima tunjangan fungsional. Padahal, ayah tiga anak ini sangat mengharapkan bantuan pemerintah itu untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari dan persiapan menjelang Lebaran.

“Di sekolah kami, tidak satu pun guru nonPNS yang menerima tunjangan tersebut, padahal sekolah sudah mengajukannya. Semestinya, semua guru nonpegawai negeri menerima tunjangan itu, terutama bagi guru sukwan seperti saya. Sebab, guru PNS sudah menerima gaji ketiga belas, sedangkan guru bantu dan guru honda (honorer daerah) telah memiliki gaji tetap. Sedangkan kami guru sukwan hanya dibayar tergantung dari jumlah jam mengajar saja, ” ujarnya.

Di tempat terpisah, Drs. Djadjang Sofwan Haris, S.H., M.Pd. Wakil Kepala Disdik Kab. Cianjur menyatakan, bantuan tunjangan fungsional bagi GTT merupakan program bantuan yang dikucurkan, setelah tunjangan kelebihan jam mengajar (KJM) dihapuskan. Program tersebut, sepenuhnya merupakan bantuan dari pemerintah pusat dan jumlah guru yang menerima bantuan ditentukan berdasarkan jumlah kuota yang juga ditetapkan pemerintah pusat bagi tiap kota/kabupaten. ”Bantuan ini besar sekali artinya bagi para GTT, namun jumlah penerima dibatasi kuota yang telah ditentukan pemerintah pusat. Oleh karena itu, agar tidak terjadi gejolak, kami membuat beberapa persyaratan administrasi, di antaranya, ditentukan berdasarkan masa bakti guru-guru tersebut “ ujarnya.

Keberadaan guru non-PNS di Cianjur menurut Djadjang, saat ini sangat membantu sekali dalam penuntasan program Wajar Dikdas 9 tahun, terutama dalam mengatasi kekurangan guru berstatus PNS di daerah-daerah pelosok.

Menurut data dari SubDinas Bina Program Disdik Kab. Cianjur yang menangani penyaluran bantuan bagi GTT, Kab. Cianjur saat ini menerima bantuan dana bagi 2.500 guru non-PNS. Jumlah tersebut terbilang sedikit bila dibandingkan dengan jumlah GTT yang tersebar di 30 kecamatan di Cianjur yang hampir mencapai 6.000 orang. (Luki Muharam/Galura ) Pikiran-rakyat.com

2 comments

  1. Ass wr wb,
    Salam buat bapak dan ibu guru se Cianjur utamina ka sadayana alumni SPG negeri Cianjur, iraha urang tiasa ngempel silaturahmi, tedi_effendi@yahoo.co.id


  2. alhamdulillah…tunjangan fungsional nya sudah cair. tapi kami tidak (dari sumut)



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: