h1

Bingkisan Lebaran VS Suap

September 29, 2007

bingkisan_mobil.jpgMenurut Berita di ANTARA bahwa Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) Taufiq Effendi mengatakan larangan memberikan bingkisan Lebaran kepada pejabat pemerintah hanya bersifat imbauan dan tidak memiliki sanksi.

Menpan : pemerintah tidak bisa menindak tegas penyelenggara yang tidak mengikuti imbauan tersebut karena belum ada peraturan yang mengatur tentang larangan penerimaan bingkisan.

bingkisan_ala-kadar.jpg “Sifatnya imbauan, tidak bisa diberi sanksi. Kalau ada sanksi pakai apa hukumnya, peraturannya harus ada. Saat ini tidak ada peraturannya tentang itu,” katanya ketika ditemui setelah acara seminar nasional “Evaluasi Penerapan E-Government” di kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara.

Taufiq mengatakan sanksi dapat diberikan jika peraturannya telah dibuat sehingga ada payung hukum. Sementara itu, Menpan juga kembali mengingatkan bahwa bingkisan Lebaran hanya boleh diberikan oleh pejabat kepada pegawai di bawahnya dan bukan sebaliknya.

Jadi Bersiap-siaplah anda sebagai bawahanuntuk tahun ini tidak akan mendapatkan bingkisan lebawan sesuai yang diharapkan..! Kalaupun Mendapatkan Nilainya sudah ditentukan 150 ribu sampai dengan 250 ribu.

Padahal menurut saya bingkisan lebaran adalah merupakan tradisi yang memang harus dilakukan sebagai tanda syukur. Tetapi kondisi saat ini sudah banyak disalahgunakan, Bingkisan sudah bisa diartikan sebagai penyuapan (suap). “Sebab bingkisan berupa mobil dan cek yang nilainya yang sangat besar” Jaman Sekarang memberi karena mengharapkan sesuatu… **tidak iklas. Ini kah Dunia.. sudah separah inikah?

2 comments

  1. Padahal menurut saya bingkisan lebaran adalah merupakan tradisi yang memang harus dilakukan sebagai tanda syukur.

    Benar, Mbak. Cuma tradisinya itu kemudian rentan dengan penyalah-gunaan jabatan dan wewenang.

    Saya kangen orang2 seperti cerita Umar bin Khattab yang matiin lampu saat bicara urusan pribadi, dengan alasan itu lampu minyaknya didanai oleh negara….

    Eh, iya… salam kenal, mbak🙂

    _——-_
    Alaex lebaran ini dapat bingkisan apa?


  2. pemerintah kayanya belum pernah ya … kasih THR atau bingkisan secara resmi. Selama ini hanya bisa-bisanya tiap kantor (satuan kerja) menyisihkan dana untuk keperluan semacam itu. Alangkah baiknya bila pemerintah menyediakan dana khusus secara resmi untuk THR atau bingkisan hari raya keagamaan, biar gak bikin pusing para kepala kantor tiap tahun mikirin untuk hal tersebut. Kapan pemerintah pusat tergerak hatinya memikirkan hal ini. Mungkin kalau pemerintah daerah sudah ada yang melakukannya. Jangan cuma menghimbau kepada swasta (perusahaan) saja bisanya sedangkan pemerintah sendiri tidak pernah peduli. Coba tolong pikirkan tahun 2008 ini saja hari raya Idul Fitri jatuh pada tanggal 1 dan 2 bulan Oktober 2008 plus cuti bersama yang otomatis Bank tutup selama itu dan gajian baru tanggal 6 Oktober. Kalau ada THR yang dibagikan sebelum hari raya mungkin bisa kebeli kebutuhan untuk lebaran atau ongkos untuk mudik. Tapi entahlah jalan pikiran para pemegang kekuasaan sepertinya tidak peduli sama sekali sama pegawai golongan rendahan. Kalau pejabat mungkin tidak jadi masalah karena selain dapat bingkisan dari kolega gajinyapun sudah cukup. Kalau pegawai rendahan mencari pinjaman ke koperasi ya tidak mungkinlah koperasi mampu melayani semua anggotanya dalam waktu yang bersamaan. Daripada uang negara pada dibawa lari ke luar negeri lebih baik buat menyejahterakan rakyatnya sendiri. Masihkan pemerintah percaya sama orang asing yang kerjanya cuma ngadalin negara ini?



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: