h1

Bermain sambil Belajar

January 14, 2008

zone.jpgBermain Sambil Belajar..? Benarkah?

Bermain bukan hanya sekadar memberikan kesenangan, tapi juga bermanfaat besar bagi si Kecil. Lewat kegiatan bermain yang positif, si kecil bisa menggunakan otot tubuhnya, menstimulasi penginderaannya, menjelajahi dunia sekitarnya, dan mengenali lingkungan tempat ia tinggal termasuk mengenali dirinya sendiri. Kemampuan fisik anak semakin terlatih, begitu pula kemampuan kognitif dan kemampuannya untuk bersosialisasi. Dalam bahasa sederhana, bermain membuatnya mengasah kecerdasannya.

Setiap anak pada dasarnya cerdas. Namun kecerdasan tidak semata-mata merujuk kepada kecerdasan intelektual saja, atau lebih dikenal dengan istilah IQ. Ada pula Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligence) seperti kecerdasan bahasa, logika matematika, visual spasial, musik, body kinestetik, interpersonal, intrapersonal, natural dan moral. Setiap anak memiliki kesembilan kecerdasan ini meski dengan taraf yang berbeda-beda.

Bermain, salah satu cara yang paling efektif untuk mengembangkan potensi dan Multiple Intelligence si Kecil karena melalui kegiatan bermain ia akan lebih mudah menyerap informasi dan pengalaman. Permainan merupakan sarana yang pas untuk mengembangkan keterampilan anak karena banyak permainan yang bisa menstimulasi kecerdasan-kecerdasan yang anak miliki, dimana anak bisa mengeksplorasi bakat dan keterampilan sambil bermain penuh keceriaan.

7 comments

  1. Benar – Proses Belajar Bisa dilakukan sambil bermain, Karena Perkembangan Anak di Usia Dini adalah Bermain dan Bermain sambil belajar mengenai Lingkungan Sekitarnya.

    Salam Buat Teh Riva Cianjur.. Salam Kenal


  2. bermain ya bermain, belajar ya belajar. Jelas berbeda jeng!


  3. salam yah🙂


  4. Ngiringan ah…🙂


  5. Saya rasa sudah disepakati secara umum bahwa belajar bisa dilakukan dengan bermain. Hanya saja perlu pembatasan usia. Pada usia dini anak-anak memang cenderung bermain sehingga pembelajaran tak bisa dilakukan kalau tidak dengan bermain. Tapi seiring dengan bertambahnya usia permainan harus dikurangi dan anak harus dibiasakan belajar serius. Semakin lama pelajaran akan semakin susah dan bila diterapkan permainan terus… hasilnya tidak akan maksimal. Pada pelajaran dan usia tertentu comment sdr Ginan ada benarnya.. bermain ya bermain, belajar ya belajar hueheue.


  6. […] Bermain bukan hanya sekadar memberikan kesenangan, tapi juga bermanfaat besar bagi si Kecil. Lewat kegiatan bermain yang positif, si kecil bisa menggunakan otot tubuhnya, menstimulasi penginderaannya, menjelajahi dunia sekitarnya, dan mengenali lingkungan tempat ia tinggal termasuk mengenali dirinya sendiri. Kemampuan fisik anak semakin terlatih, begitu pula kemampuan kognitif dan kemampuannya untuk bersosialisasi. Dalam bahasa sederhana, bermain membuatnya mengasah kecerdasannya. […]


  7. Anak – anak perlu belajar untuk selalu bersikap dengan watak dan karakter yang berbudaya dan berahlak baik



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: