h1

Jabar Perlu Tingkatkan Perhatian Kesejahteraan Guru Bantu

September 10, 2008

Pemprov. Jabar, perlu meningkatkan perhatian kesejahteraan untuk Guru Bantu, khususnya yang telah mengabdikan diri di daerah terpencil yang jumlahnya kini mencapai 876 orang.

Perhatian kesejahteraan untuk para guru bantu, kini layak mendapat perhatian serius sebab Fraksi Demokrat DPRD Prov.Jabar, pada awal September 2008 memperoleh laporan dari Guru Bantu Daerah Terpencil (GBDT) Jabar keadaannya masih memprihatinkan terutama kesejahteraannya, papar Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jabar, Helmi Attamimi dalam keterangannya kepada jabarprov.go.id (10/9).

Menurut Helmi, berdasarkan laporan tersebut  para guru bantu yang mengajar di SD/MI di daerah terpencil di Jabar  belum menerima insentif selama 3 bulan. Selain itu, setiap tahun para guru bantu sejak tahun 2005 diwajibkan memperpanjang kontrak kerja sebagai guru honorer.

Hal lainnya yang mengkhawatirkan para guru bantu di daerah terpencil, lanjut Helmi, yaitu “tidak jelas nasib selanjutnya”, apakah akan diangkat sebagai PNS atau tidak. Rasa pesimis tersebut didasarkan atas kenyataan bahwa Pemerintah pada Oktober 2008 akan membuka pendaftaran dan menyeleksi CPNS dari jalur umum, dengan salah satu syaratnya minimal pelamar berlatar belakang pendidikan S1 dan usia maksimal 35 tahun.

Tentang syarat tersebut, jelas merupakan hal yang memberatkan bagi para guru bantu karena mereka rata-rata berpendidikan D2. Dari sisi lamanya mengajar apakah nanti akan menjadi bahan pertimbangan sehingga menjadi prioritas ? Tanya Helmi.

Pada APBD Provinsi Prov. Jabar, insentif untuk guru bantu saat ini dialokasikan  sebesar Rp.750.000,- per bulan per orang. Pembayaran insentif tersebut terjadi keterlambatan dan untuk itu akan ditelusuri factor penyebabnya serta akan meminta penjelasan Disdik Jabar.

Adanya keluhan tersebut, kepada Disdik Jabar diminta untuk memperbaiki manajemen pengelolaan guru bantu, baik  dari sisi pengelolaan pengeluaran insentif guru bantu yang tentunya berkaitan dengan manajemen pengelolaan keuangan serta pengelolaan fasilitasi status kepegawaian guru bantu.

Harapannya, ujar Helmi, pihak Disdik Prov. Jabar dapat memfasilitasi agar dalam rekruitmen guru bantu menjadi PNS memperhatikan bobot pengabdiannya serta ke depan guru bantu di daerah terpencil diberikan honor tambahan di luar insentif. jabarprov.go.id

2 comments

  1. Ya Allah bagaimana nasib GBDT Kab. Sukabumi, akankah diangkat jadi PNS? mohon jawaban dari mohon ada titik terang ……..!


  2. Setiap ada penerimaan CPNS, hati kami terasa sakit, hanya bisa mengelus dada, lihat teman2 rame2 mempersiapkan surat lamaran, kami hanya bisa menonton padahal kami sudah S1 akta IV, tapi karena kendala persyaratan usia, maka kami hanya bisa menjadi penonton, hal ini akan terus berlanjut entah sampai kapan, tanpa ada kejelasan, padahal dalam PP 48 th 2005 kami masih berhak karena usia kami baru 45 th.



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: