h1

Waspadai lagu Anak-Anak

August 27, 2009

cianjur anak-anakSaya membaca sebuah artikel kiriman dari seorang kawan yang sungguh-sungguh membuat saya terhenyak dan baru menyadari akan makna dari bait lagu anak-anak yang sudah tdk asing lagi di telinga. Bahkan lagu dan baitnya tertanam dan terpatri kuat dalam diri kita. Bila mendengar syairnya kita sekan terbuai olehnya akan kenangan indah masa kecil. Namun makna yang terkandung di dalamnya ternyata setelah di telaah dan cermati mengandung banyak kesalahan. Benarkah? atau hanya sebagai gurauan belaka!

Mari kita buktikan dan lihat :

“Aku seorang kapiten… mempunyai pedang panjang…kalo berjalan prok..prok.. prok… aku seorang kapiten!”

Perhatikan di bait pertama dia cerita tentang pedangnya, tapi di bait kedua dia cerita tentang sepatunya (inkonsistensi).
Harusnya dia tetap konsisten, misal jika ingin cerita tentang sepatunya seharusnya dia bernyanyi : “mempunyai sepatu baja (bukan pedang panjang).. kalo berjalan prok..prok.. prok..”
nah, itu baru klop! jika ingin cerita tentang pedangnya, harusnya dia bernyanyi : “mempunyai pedang panjang… kalo berjalan ndul..gondal. ..gandul.. atau srek.. srek.. srek..” itu baru sesuai dengan kondisi pedang panjangnya!

“Balonku ada 5… rupa-rupa warnanya… merah, kuning, kelabu.. merah muda dan biru… meletus balon hijau, dorrrr!!!”
Perhatikan warna-warna kelima balon tersebut, kenapa tiba-tiba muncul warna hijau? Jadi jumlah balon sebenarnya ada 6 (enam), bukan 5  (lima)! –

“Bangun tidur ku terus mandi.. tidak lupa menggosok gigi.. habis mandi ku tolong ibu.. membersihkan tempat tidurku..”
Perhatikan setelah habis mandi langsung membersihkan tempat tidur. Lagu ini membuat anak-anak tidak bisa terprogram secara baik dalam menyelesaikan tugasnya dan selalu terburu-buru. Sehabis mandi seharusnya si anak pakai baju dulu dan tidak langsung membersihkan tempat tidur dalam kondisi basah dan telanjang!

“Naik-naik ke puncak gunung.. tinggi.. tinggi sekali..kiri kanan kulihat saja.. banyak pohon cemara.. 2X”
Lagu ini dapat membuat anak kecil kehilangan konsentrasi, semangat dan motivasi! Pada awal lagu terkesan semangat akan mendaki gunung yang tinggi tetapi kemudian ternyata setelah melihat jalanan yang tajam mendaki lalu jadi bingung dan gak tau mau berbuat apa, bisanya cuma noleh ke kiri ke kanan aja, gak maju-maju!

“Naik kereta api tut..tut..tut. . siapa hendak turut ke Bandung .. Surabaya..bolehlah naik dengan naik percuma..ayo kawanku lekas naik.. keretaku tak berhenti lama”
Nah, yang begini ini yang parah! mengajarkan anak-anak kalo sudah dewasa maunya gratis melulu. Pantesan PJKA rugi terus! terutama jalur Jakarta-Malang danJakarta-Surabaya!

“Di pucuk pohon cempaka.. burung kutilang berbunyi.. bersiul-siul sepanjang hari dengan tak jemu-jemu..mengangguk-ngangguk sambil bernyanyi tri li li..li..li..li..li..”
Ini juga menyesatkan dan tidak mengajarkan kepada anak-anak akan realita yang sebenarnya. Burung kutilang itu kalo nyanyi bunyinya cuit..cuit.. cuit ! kalo tri li li li li itu bunyi kalo yang nyanyi orang (catatan: acara lagu anak-anak dengan presenter agnes monica waktu dia masih kecil adalah Tra la la trili li!), bukan burung!

“Pok ame ame.. belalang kupu-kupu.. siang makan nasi, kalo malam minum susu..”
Ini jelas lagu dewasa dan tidak konsumsi anak-anak! karena yang disebutkan di atas itu adalah kegiatan orang dewasa, bukan anak kecil. Kalo anak kecil, karena belom boleh maem nasi, jadi gak pagi gak malem ya minum susu!

“Nina bobo nina bobo oh nina bobo… kalau tidak bobo digigit nyamuk”
Menurut psikolog: jadi sekian tahun anak-anak indonesia diajak tidur dengan lagu yang penuh nada mengancam.

“Bintang kecil dilangit yg biru…”
(Bintang kan adanya malem, lah kalo malem mang warna langitnya biru?)

“Ibu kita Kartini…harum namanya”
(Namanya Kartini atau Harum?)

“Pada hari minggu..naik delman istimewa kududuk di muka”
(Nah, gak sopan khan..masa duduk di muka??)

“Cangkul-cangkul, cangkul yang dalam, menanam jagung dikebun kita…”
(kalo mau nanam jagung, ngapain dalam-dalam emang mo bikin sumur?

@Cianjur BLoG :


18 comments

  1. halah, namanya budaya…kebiasaan…sulit diubah


    • @Bernanda : Benar itu adalah budaya sudah menjadi kebiasaan. Doktrin tersebut memang tdk gampang untuk di rubahnya. Saya sendiripun masih sering mendendangkan! tapi alangkah baiknya jika kita bisa merubah dari diri kita, minimal menyanyikan lagu-lagu yang bernafaskan islami. **terima kasih atas kunjungannya.


  2. Assalamu’alaikum,

    Menarik sekali tulisannya,Bu. Tapi apakah Ibu juga mengajarkannya di TK ? Mungkin harus ada gantinya. Susah memang di negeri kita mah. Lagu-lagu religi yang biasanya marak di bulan Ramadhan ini, tampaknya hanya sekedar merambah jenis musik yang berbeda saja, mempertahankan popularitas, dan tentunya bisnis.

    Ini berbeda kalau kita bandingkan dengan penyanyi religi dari luar, seperti Sami Yusuf dan Yusuf Islam (Inggris), dan kelompok Native Dien (AS). Mereka berdakwah lewat musik.

    Yerima kasih sudah mampir lagi. Dua hari lalu saya juga punya rumah baru. Kalau sempat mampirlah.

    Nuhun pisan, Bu.
    Salam buat segenap keluarga.


    • Iya mengajarkannya😀 he..hee ***Guru TK wajib bisa nyanyi..
      “Bintang kecil dilangit yg biru…”
      (Bintang kan adanya malem, lah kalo malem mang warna langitnya biru?)

      Sekarang belajar lagu jawa : cublak2 suweng sama Padang MbulaN..


  3. halo, saya Agus Suhanto, posting yang menarik🙂 … lam kenal yaa


  4. Iya ya bu ada benarnya…
    Met menjalankan ibadah ramadan dan met kenal juga!


  5. “Bangun tidur ku terus mandi.. tidak lupa menggosok gigi.. habis mandi ku tolong ibu.. membersihkan tempat tidurku..”

    Sholatnya juga di situ tak nampak ya..Bu Guru…


  6. memang sekarang waktunya anak2 perlu imajinasi yang tidak membodohi,,,biar lebih tanggap……


  7. Terima Kasih Atas Kungjungan :
    @Agus Suhanto : salam Kenal Kembali
    @Yulinda Yoshoawini : Selamat menjalan Ibada Puasa Juga ya?
    @Deni : Iya lebih baik Lagi Sholawat (kebetulan Sedang Bulan Puasa Nih!)
    @Ade : Benar, sekarang tergantung dari kita mau memilih yang mana. Pilah dan pilih lebih baik.


  8. […] Kabupaten Cianjur, Pariwisata Cianjur, Perkebunan Teh, Wisata Cianjur | Leave a Comment » Waspadai lagu Anak-Anak Agustus 27, 2009 Saya membaca sebuah artikel kiriman dari seorang kawan yang sungguh-sungguh […]


  9. trus anak kecil harus nyanyi lagu apa dong??? masak nyanyi lagu peterpen, Nidji, jikustik, dll????


  10. Wah memang menarik sekali tuh ulasannya….
    Tp mo apalagi….dr sononya sih dah begitu…
    Anak kecil sih mana dia tau itu…
    Makna lagu tu ga bisa diartikan sepotong-sepotong.
    Lagu tu kadang berupa kiasan dll ato cerita singkat.
    Saya pribadi percaya ama penciptanya bahwa lagu itu diciptakan bukan untuk menjerumuskan anak-anak, tetapi untuk mendidik anak supaya menjadi baik. dengan cara
    Bermain sambil belajar atao bernyanyi sambil bersuka ria… Supaya anak bisa kreatif.
    Kl saya waktu kecil tuh diajarinya lagu ” Bintang kecil dilangit yang tinggi… (bukan biru ntah kapan tu dirubahnya menjadi dilagit yg biru).
    Kl Saya punya saran ya sebaiknya anak-anak tuh dididik tuk mengenal TuhanNya..dari sejak dini
    Seperti kata teman2 yg lain tuh sebaiknya lagu rohani/religius; Sholawatan dll dikenalin sejak dini..agar anak bisa tau hidup tu dr mana N siapa yg menciptakannya…
    Oke..gt aja komentnya ntar kebanyakan malah ga’ kebaca… ( Hiasilah Jiwa anak dengan perkataan yg baik,jujur dan amalan sholihah. agar kelak anak tersebut bisa bertanggung jawab terhadap dirinya)


  11. ini menandakan bahwa orang indonesia itu gak ada kerjaan, bisanya cuma kritik, sampe segitunya… bait lagu aja dipermasalahkan,…..
    apa gak ada kerjaan lain.
    pengen ngetop????
    buat lagu
    jangan cuma bisa kritik


  12. tentang lagu balonku, bukankah syairnya “balonku ada 5….. hijau, kuning, kelabu, merah muda dan biru, meletus balon hijau” berarti benar balonnya ada 5, itu yang dari TK diajarkan oleh guru saya.
    mengenai lagu2 yang lain, memang tiap orang berhak menilai, kalo emang kurang sreg mari kita coba buat lagu ciptaan kita sendiri, emang lebih mudah mengkritik.
    bagaimanapun kita tetap menghargai hasil karya orang lain, toh lagu-lagu yang sudah bertahun-tahun kita nyanyikan itu membawa suasana gembira, dan memberi wawasan juga.


  13. gak ada salahnya lagu diatas, tinggal kita orang tua yang lebih pinter harus kasih penjelasan ma anak kita.
    lagu aku seorang kapiten: bukan cuma jelasin klo kapiten g cm pny pedang pnjang tapi jg pk sepatu yg suaranya prok..prok.. klo dipk jln.
    lagu naik ke puncak gunung: penggambaran alam pegunungan, bukan cuma tinggi tempatnya, tp jg bnyk phon cemara bkn kelapa.
    lagu ibu kita kartini n lagu naik delman emang persamaan tulisan n ucapan di kata ‘harum’ dan ‘muka’ tp artinya kan lain,kita jelasin dong.
    lagu balonku juga itu syairnya ‘hijau,kuning,kelabu,merah muda dan biru’ yg betul.
    gimana c, katanya guru?? mbok y yang pinter dikit!! jgn cuma buat komentar ga penting.


    • Buat : AMi alias ONY :
      ———————
      Semua Itu hanyalah gurauan dan canda belaka! Mohon kalau membaca sebuat artikel di perhatikan lagi. BENARKAH..? Padah kalimat ini jelas saya ingin mengungkap hal ini bersama kawan2 dan sekedar syaring info yg saya dapatkan.
      Perhatikan :
      ….Namun makna yang terkandung di dalamnya ternyata setelah di telaah dan cermati mengandung banyak kesalahan. Benarkah? atau hanya sebagai gurauan belaka! ……..

      ..terima kasih atas kritikan dan saran!
      Salam dan sukses selalu!


  14. …kurang kerjaan….coba kaji lebih..lebih..dalam lagi!!!!!!!!!!!!!!!!!!1


  15. Pirakuuuuuuuuuuuuuuiu



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: