h1

Parcel Adalah Tradisi

September 16, 2009
Gambar : kompas.com

Gambar : kompas.com

Lebaran Semakin dekat, tinggal menghitung jari. Dan Parcel merupakan tradisi yang sudah turun tumurun di negeri ini yang sulit untuk dihilangkan. Tradisi Parcel adalah sebagai media pendekatan kekeluargaan-mempererat tali silaturahmi, saling mengerti dan saling memperhatikan.

Namun Akibat pernyataan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyerukan untuk tidak mengirim parcel kepada pejabat dan intansi pemerintah berbuntut panjang. Pasalnya, ratusan pedagang parcel di Jakarta yang tergabung dalam Asosiasi Pedagang Parcel merasa dirugikan atas kebijakan tersebut. Dan Lambat laun tradisi parcel pun sedikit-demi sedikit akan pudar.

Banyak pemimpin dan kepala daerah melarang bagi pejabat dari tingkat kelurahan sampai provinsi. Para pejabat di tingkat biro, badan, dan dinas juga dilarang menerima parsel karena dianggap sebagai gratifikasi.

  • Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Kamis, memerintahkan semua pejabat yang menerima parsel lebaran untuk mengembalikannya, karena aturan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jelas menyatakan penerima parsel dianggap gratifikasi yang sifatnya terlarang.

“Kalau ada yang menerima, silakan mengembalikannya. Itu perintah dari saya,” katanya saat ditemui di Gerha Samudra, Surabaya, Kamis.
Larangan gratifikasi tersebut diatur dalam Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 yang diubah menjadi Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

“Peraturan itu sudah jelas, untuk apa dibuat perdanya,” katanya usai memimpin rapat koordinasi kewaspadaan dini menghadapi terorisme. Gubernur juga melarang para pejabat Jatim memberikan parsel lebaran kepada koleganya karena dapat dikategorikan sebagai tindakan suap.

  • Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo melarang para pejabat di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menerima parsel Lebaran dalam bentuk apa pun. Larangan itu merupakan tindak lanjut dari imbauan Komisi Pemberantasan Korupsi agar pejabat tidak menerima segala bentuk gratifikasi.

Bagi mitra Pemprov, daripada memberi parsel ke pejabat, mereka dianjurkan memberikan uang pembelian parsel ke BAZIS atau lembaga sosial lainnya. Dengan demikian, uang itu dapat digunakan untuk menyantuni warga miskin, kata Fauzi.
Larangan itu berlaku mulai bagi pejabat dari tingkat kelurahan sampai provinsi. Para pejabat di tingkat biro, badan, dan dinas juga dilarang menerima parsel karena dianggap sebagai gratifikasi.

  • Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Barat menyatakan, pemberian parsel kepada para pejabat merupakan sedekah yang bisa berbau riswah (suap). Lebih baik parsel atau sedekah diberikan kepada kaum papa yang lebih membutuhkan.

“Parsel bisa masuk dalam sedekah yang boleh-boleh saja diberikan. Namun, harus melihat kondisi kehidupan saat ini dan niat memberikan parsel,” ujar Ketua Umum MUI Jabar, K.H. Hafizh Utsman, di ruang kerjanya Jln. L.L.R.E. Martadinata Kota Bandung, Jumat (12/9).

Menurut Kiai Hafizh, niat bersedekah tidak boleh diliputi dengan hal-hal berbau duniawi, misalnya motif politik, ingin dipuji, atau diperhatikan atasannya. “Bahkan, parsel kepada para pejabat dapat membuka munculnya suap atau riswah yang dilarang dalam Islam. Padahal, kalau bersedekah secara benar, bisa menolak musibah,” katanya.

“Ini sudah merupakan kebijakan partai, sehingga kami harus tunduk dan patuh. Anggota kami tidak boleh menerima parcel dari pemerintah setempat,” ujar anggota DPRD Kabupaten Tangerang Drs Anugrah dari Fraksi PKS kepada pers, Kamis (13/11).
Dia mengatakan bahwa bingkisan dalam bentuk apa pun tidak boleh diterima oleh anggota DPRD dari PKS, apalagi menjelang lebaran, banyak pihak yang ingin memberi parcel sebagai hadiah atau kenang-kenangan.

5 comments

  1. Salam Takzim
    Khawatir ga ketemu waktu
    Khawatir ga ketemu warnet
    Khawatir ga ketemu sinyal
    Mau ngucapin met hari raye

    Minal A’idin Wal Faidzin
    ..
    Salam Takzim Batavusqu


  2. semoga aja tidak hanya parsel yang ditolak ..
    harusnya sih semua pemberian ditolak, agar saat mengambil keputusan bisa obyektif, tidak terpengaruh dari apa yang sempat diberikan ..

    Iklan Baris


  3. Assalamu’alaikum,

    Kumaha damang Bu?
    Brangkali kalau saya menerima parsel dari Ibu tidak ada yang melarang.
    Sekarang sedang mudik ya ? Ke Psirnangka atau Purwodadi ?
    Saya sekeluarga mengucapkan Selamat Idul Fitri 1430 H. Hapunten samudaya kalepatan. Kalau ada salah-salah kata mohon dimaafkan.

    Taqabbalallahu minna wa minkum.

    Salam untuk keluarga


  4. Silaturahmi kepada semua teman-teman

    Minal Aidin Wal Faizin, Mohon maaf lahir bathin


  5. Artikel cerdas mencerdaskan



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: