h1

Puluhan Keluarga di Cianjur Terancam Kelaparan

December 11, 2009
File : OkeZone dot com

File : OkeZone dot com

Cianjur BLoG : Sungguh ironis kejadian ini, Kabupaten Cianjur sebagai salah satu Lumbung Beras Jawa Barat dan salah satu Penghasil Padi yang berkualitas, juga sentra pertanian pangan sampai terjadi hal seperti ini. Siang ini saya membaca di salah satu mediamasa online.. “Puluhan Keluarga di Cianjur Terancam Kelaparan”  Kejadian di Kabupaten KadupandakCianjur Selatan.

Sedikitnya 30 kepala keluarga di Kampung Pasir Ipis, Desa Sukasari, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, diduga mengalami rawan daya beli, bahkan terancam mengalami kelaparan. Pasalnya, sejak beberapa bulan terakhir, mereka terpaksa mengkonsumsi singkong sebagai selingan pengganti nasi.Menurut informasi yang berhasil diperoleh menyebutkan, kejadian ini berlangsung sejak lima bulan terakhir. Ratusan warga di kampung tersebut terpaksa mengkonsumsi singkong, sebagai selingan pengganti nasi.

Karena dana dan persediaan beras dinilai tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari. Hal ini diperparah pula dengan minimnya daya beli masyarakat sekitar yang rata-rata hanya berpenghasilan sekitar Rp7.500 per harinya.

Mayoritas, warga di kampung tersebut hanya berprofesi sebagai buruh serabutan. Lokasi kampung yang cukup jauh dan bisa dikatakan terisolir, menyebabkan masyarakat di wilayah tersebut belum merasakan adanya bantuan pemerintah.

Kalaupun ada, bantuan berupa distribusi beras untuk rakyat miskin (raskin). Namun harganya pun berkisar antara Rp1.700 hingga Rp2.000 per kilogram.

“Sejak lima bulan terakhir kami terpaksa memakan singkong, karena kami sudah tidak mampu lagi membeli beras,” kata Isah, warga setempat. Penghasilan suaminya sebagai buruh serabutan yang hanya berpenghasilan sekitar Rp7.500 per hari, menurut Isah, jelas tak mencukupi kebutuhan sehari-hari. Apalagi membeli beras untuk memenuhi kebutuhan makan bersama cucunya.

“Bantuan raskin dari pemerintah pun, tak bisa kami beli, karena harganya dijual sebesar Rp1.700 hingga Rp2.000 per kilogramnya. Makanya, daripada kelaparan, kami terpaksa memakan singkong, sebagai selingan pengganti beras,” ungkapnya. Atas kondisi ini, Isah berharap agar pemerintah desa, kecamatan, maupun kabupaten, bisa memperhatikan nasib mereka. Bahkan, Isah pun berharap bisa mendapatkan bantuan.

“Kami tak bisa berbuat banyak dengan kondisi ini. Kami juga belum pernah didata sebagai masyarakat miskin, dan belum pernah mendapatkan bantuan apapun,” ucapnya.

Senada diungkapkan Adin, ketua RT setempat. Menurut Adin, warganya terpaksa mengkonsumsi singkong karena penghasilan mereka tak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Mudah-mudahan pemerintah bisa memperhatikan nasib warga kami ini,” harapnya.  Sesuai di beritakan oleh OkeZone dot com | Entri : @Mas Darmono

Link Terkait :

Sedikitnya 30 kepala keluarga di Kampung Pasir Ipis, Desa Sukasari, Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, diduga mengalami rawan daya beli, bahkan terancam mengalami kelaparan. Pasalnya, sejak beberapa bulan terakhir, mereka terpaksa mengkonsumsi singkong sebagai selingan pengganti nasi.

Menurut informasi yang berhasil diperoleh menyebutkan, kejadian ini berlangsung sejak lima bulan terakhir. Ratusan warga di kampung tersebut terpaksa mengkonsumsi singkong, sebagai selingan pengganti nasi.

Karena dana dan persediaan beras dinilai tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari. Hal ini diperparah pula dengan minimnya daya beli masyarakat sekitar yang rata-rata hanya berpenghasilan sekitar Rp7.500 per harinya.

Mayoritas, warga di kampung tersebut hanya berprofesi sebagai buruh serabutan. Lokasi kampung yang cukup jauh dan bisa dikatakan terisolir, menyebabkan masyarakat di wilayah tersebut belum merasakan adanya bantuan pemerintah.

10 comments

  1. Salam Takzim
    Mohon izin dan mohon maap,
    Selamat tahun baru 1431H
    Semoga banyak pahala yang disimpan
    Salam Takzim Batavusqu


  2. semoga segalanya bisa teratasi


  3. Assalamu’alaikum,
    Memprihatinkan sekali. Sebuah ironi yang sulit diterima, sementara orang berpesta tahun baru dengan mewah. Sebuah ironi dari negeri agraris.

    Maaf , kejadiannya di Kabupaten Kadupandak ?

    Terima kasih
    Salam.


  4. Kepada bapak2 Pemda yang ada di kota cianjur kamarana atuh teu karunya ka urang kadupandak…..!!


  5. TERIMAKASIH INFORMASI DAN TULISANNYA. KUNJUNGI JUGA SEMUA TENTANG PAKPAK DAN UPDATE BERITA-BERITA PAKPAK BHARAT DI GETA_PAKPAK.COM http://boeangsaoet.wordpress.com


  6. Semoga semua kesulitan di kabupaten cianjur dapat kembali pulih .


  7. euleuh-euleuh…meuni ngisinkeun cianjur mahnya…ongoh daerah agraris, tapi geuning tuh rakyatna teu dijamin kasajahteraan nana. pamarentah model naon kitu patut, teu eucreug ngurus rakyat oge..jigana ngurus rayat di imahna ge geus moal becus. wallo huallam….


  8. ass,
    Da kumaha atuh ayena mah,da jaman na jaman susah,,,,, iwalti kudu sobar,tawekal,jeung ikhtiar,,,,, nya mudah-mudahan beee atwh Allah swt ngababarikeun kana rizqi urang sarerea,,,,,,


  9. era aing !! kumaha ieu tanggung jawab urang sebagai warga cianjur ?? lain salah pemerintah wungkul.. ieu tanggung jawab urang kabeh, tingkatkeun rasa dan sikap solidaritas terhadap sesama [ tatangga ], nu geus benghar/maju tong acuh, ajakan tatangga nu miskin eta, sumbang malah leuwih apdol bere gawe dengan upah yang layak !!


  10. k masyarakat cianjur kidul kuring ngahimbau, yuk urang bareng bareng ngarubah mental jeung pandangan hidup, tinggalkeun sipat yang selalu tergantung kepada orang lain [ pamarentah ]. da pamarentah di urangmah jadi pamarentahteh lain dengan dasar hayang ngabela memprjuangkeun rakyat,tapi hayang benghar manehna wungkul sorangan.ayenamah urang kembali ka diri jeung potensi urang masing masing jeung alam sekitar urang, sungguh teu pantes di sekitar urang masih loba lahan lahan kosong [ tidur ], yuk urang olah !! pelakan ku mangrupa pepelakan nu bakal manpaat jeung memiliki nilai komoditas, moal geura sampe aya kasus kalaparan… tong kedul, ngan ukur sare, ngalengis ngarep2 bantuan ti luhur. tingaleun…



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: